Tampilkan postingan dengan label Artikel Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Perkara Yang Mendatangkan dan Menghambat Rezeki serta Menambah dan Mengurangi Umur Ta'limul Muta'allim

Perkara Yang Mendatangkan dan Menghambat Rezeki serta Menambah dan Mengurangi Umur Ta'limul Muta'allim

Berbicara rezeki, secara umum setiap rezeki yang kita dapatkan datangnya dari Allah SWT. Rezeki tidak terbatas dengan materi. Adapt makanan, kesehatan, panca indera yang masih normal, keluarga, anak dan lain sebagainya juga  bagian dari rezeki yang Allah titipkan kepada setiap hambaNya.
Jika dilihat dari makna bahasa yang asal katanya رزق- يرزق - رزق  yang maknanya pemberian, bagian, atau porsi. 
Kita yakin bahwasanya rezeki itu akan datang, seseorang sudah terjamin rezekinya dari Allah SWT dan tidak akan salah,kemudian kita tanpa usaha untuk menjemputnya, seperti yang ditegaskan dalam firmanNya dalam surat al jumuah yang artinya " Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertaburannlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah SWT dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (Al jumu'ah ayat 10) 

Dari penafsiran ulama ar-Razi bahwasanya jikalau seroang hamba sudah menunaikan perintah Allah SWT (Shalat) hendaknya kita bergegas dengan mencari rezeki, tentunya setelah shalat dzikir dan lain sebagainya, alangkah baiknya setelah shalat kita bergegas dan bergerak, tidak pula bermalas-malasan hingga terkesan kita menginginkan rezeki tapi tanpa adanya usaha, yakin dan usahalah yang melengkapi dan mempercepat datangnya rezeki, jangan takut selama seseorang hamba meminta kemudian dibarengi dengan usaha dan doa, maka Allah akan selalu bersama hamba-hambanya. 

BACA JUGA : MENJEMMENJEMPUT KEBERKAHAN ILMU


Dalam kitab Ta'limul Muta'allim juga memberikan kita pencerahan serta kehati-hatian dalam berbuat, anjuran-anjuran bagi setiap penuntut ilmu bisa terjaga dan memberikan kebaikan dunia akhirat seperti yang di janjikan oleh Allah SWT. Berikut Perkara Yang Mendatangkan dan Menghambat Rezeki, Menambah dan Mengurangi Umur dalam kitab Ta'limul Muta'allim;


1. Hendaklah penuntut ilmu memiliki pengetahuan dalam mencari rezeki dan cara menjaga kesehatan, sehingga dapat fokus dalam menuntut ilmu.

2. Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali Do'a dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan.

لايرد القدر إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر

3. Seseorang akan terhalang rezekinya karena maksiat yang ia kerjakan, terutama kebohongan.

ارتكاب الذنب سبب حرمان الرزق خصوصا الكذب يوثر الفقر 

4.Banyak tidur akan menyebabkan kemiskinan dan kefakiran ilmu.

كثرة النوم تورث الفقر وفقر العلم


5. Kebahagiaan manusia ketika bisa berpakaian yang baik, mengumpulkan ilmu dan menghindari ngantuk

سرور الناس في لبس اللباس # وجمع العلم في ترك النعا س


6. Jangan biarkan waktu malam berlalu tanpa makna.

أليس من الخسران أن لياليا # تمر بلا نفع وتحسب من العمر


7. Bangun malam lah siapa tahu anda mendapatkan petunjuk (Allah), sampai kapan engkau tidur sedang umurmu terus berkurang.

قم يا هذا لعلك ترشد # إلى كم تنام الليل والعمر ينفد


8. Diantara penyebab kefakiran adalah tidur telanjang, buang air kecil telanjang, makan dalam keadan junub, rebahan, membiarkan sisa makanan terlantar, membakar kulit bawang merah dan putih, menyapu rumah dengan kain, menyapu rumah malam hari, membiarkan sampah di rumah, berjalan mendahului guru, memanggil orang tua langsung dengan namanya, membersihkan gigi dengan benda yang keras, mencuci tangan dengan tanah dan debu, duduk di tengah pintu, bersandar di salah satu tiang pintu,  wudhu di tempat orang rekreasi/bersantai, menjahit baju yang robek dalam keadaan masih dipakai, mengeringkan muka dengan pakaian, membiarkan sawang (bait ankabut) ada di rumah, menyia-nyiakan sholat, buru-buru keluar dari masjid setelah sholat subuh, bergegas cepat ke pasar dan melambatkan diri balik darinya, membeli potongan roti yang jatahnya orang miskin, meminta dan berdoa hal yang buruk kepada anak kandung, meninggalkan bejana dalam keadaan terbuka, meniup lilin dengan nafas, menulis dengan pulpen terikat, menyisir dengan sisir yang sudah patah, meninggalkan doa yang baik untuk kedua orangtua,  memakai sorban dalam keadaan duduk,   memakai celana berdiri, pelit, tertalu ngirit, boros, malas, menunda-nunda dan meremehkan hal-hal yang penting.


9. Turunkanlah rezeki dengan shadaqah dan bergegas pagi-pagi akan menambah nikmat terutama rezeki. Tulisan yang bagus juga pembuka pintu rezeki, begitu pula wajah yang ceria dan perkataan yang baik akan menambah rezeki. 

استزلوا الرزق بالصدقة والبكور مبارك  يزيد في جميع النعم خصوصا في الرزق وحسن الخط من مفاتيح الرزق وبسط الوجه وطيب الكلام يزيد في الرزق


10. Menyapu halaman dan mencuci bejana menyebabkan kekayaan. 

كنس الفناء وغسل الإناء مجلبة للغنى


11. Penyebab yang paling kuat untuk menarik rezeki adalah menjalankan sholat dengan takzim dan khusuk, menjalankan rukun-rukunya secara sempurna, dan wajib shalat, sunnahnya dan adabnya, sholat Dhuha, membaca waqiah pada malam hari, membaca surah al-Mulk, al-Muzammil, dan Surat Allail, dan al-Insyirah, bergegas ke Masjid sebelum adzan, selalu menjaga kesucian, menjalankan dua rakaat sebelum sholat subuh, dan Witir di rumah, tidak berbicara perkara dunia setelah witir, jangan terlalu banyak bergaul dengan perempuan kecuali dengan tujuan yang jelas, tidak berbicara perkara yang tidak jelas.


12. Orang yang sibuk dengan dengan perkara yang tidak penting maka akan ditinggalkan oleh perkara yang penting

من اشتغل بما لا يعنيه يفوته ما يعنيه


13. Jika akal sempurna maka bicaranya menjadi sedikit. 

إذا تم العقل نقص الكلام


14. Jika sempurna akal maka sedikitlah bicaranya, dan yakinlah dengan kebodohan orang jika banyak bicaranya.

إذا تم العقل المرء قل كلامه # وأيقن بحمق المرء إن كان مكثرا


15. Hendaklah bicaranya orang yang berilmu indah/baik dan diamnya adalah keselamatan.

النطق زين والسكوت سلامة
16. Diantara yang menambah rizki adalah membaca sebelum subuh
17. Membaca setiap pagi
سبحان الله العظيم سبحان الله بحمده أستغفر الله وأتوب إليه
لاإله إلا الله الملك الحق المبين
18. Membaca setelah subuh 33 kali
الحمد لله وسبحان الله ولا إله إلا الله
19. Setelah solat maghrib baca istighfar 70 kali dan hauqalah dan membaca shalawat atas Nabi. 20. Membaca Bacaan pada hari Jum'at sebanyak 70 kali:

اللهم أغنني بحلالك عن حرامك واكفني بفضلك عمن سواك
21. Membaca tiap petang
الله العزيز الحكيم أنت الله الملك القدوس أنت الله الحليم الكريم أنت الله خالق الخير والشر أنت الله خالق الجنة والنار عالم الغيب والشهادة عالم السر وأخفى أنت الله الكبير المتعال أنت الله خالق كل شيء وإليه يعود كل شيء أنت الله ديان يوم الدين لم تزل ولا تزال أنت الله لا إله إلا أنت أنت الله أحد الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا احد أنت الله لا إله أنت الرحمن الرحيم أنت الله لا إله إلا أنت الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن العزيز الجبار المتكبر لا إله إلا أنت الله الخالق البارئ المصور له الأسماء الحسنى يسبح له ما في السموات والأرضوهو العزيز الحكيم*
22. Yang menambah umur adalah berbuat baik, tidak menyakiti orang, menghormati orang yang tua, silaturrahmi, membaca pagi dan petang membaca tiga kali

سبحان الله ملء الميزان ومنتهى العلم ومبلغ الرضا وزنة العرش والله أكبر
23. Tidak memotong pohon yang masih hidup kecuali dalam keadaan darurat, menyempurnakan wudhu, sholat dengan ta'zim, melaksanakan haji qiran, menjaga kesehatan, belajar tentang dasar-dasar ilmu kesehatan.

Dari beberapa poin diatas memberikan kita pandangan bahwa kita senantiasa mengevaluasi diri, sudah seberapa banyak amalan-amalan dan perkara Yang Mendatangkan dan Menghambat Rezeki, Menambah dan Mengurangi Umur, Seyogyanya bagi setiap insan terus berusaha menjadikan diri untuk lebih baik, meningkatkan keimanan akan takdir Allah SWT, karena dengan itu kita bisa lebih menerima dan ikhlas terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT. Semoga kita dijadikan hamba-hamba yang cinta ilmu dan gemar mengamalkannya. Amin allahumma Amin. 




Perkara yang memperkuat dan Membuat Lupa Ilmu

Perkara yang memperkuat dan Membuat Lupa Ilmu


Strategi dalam belajar sangatlah dibutuhkan untuk mencapai apa yang diinginkan, sama halnya dengan perjalanan, agar sampai pada tujuan kita harus memastikan bahwa jalan itu memang benar agar kita tidak tersesat bahkan tidak tahu jalan pulang. Sama halnya dengan belajar ketika kita mengetahui bagaimana seyogyanya seorang penuntut ilmu ia harus mahir dalam memilih milih jalan sehingga dengan itu dia bisa merasakan manfaatnya karena jalan untuk mencapai ilmu sesuai dengan ajaran dan adab-adab seorang penuntut ilmu. Dalam hal ini kembali kita menelaah kitab Ta'limul Muta'allim dimana  kita ini sangat masyhur di dunia pendidikan yang dikarang oleh syaikh  Nu'man bin ibrahim bin al-kholil az Zarnuji. Beliau banyak menyumbangkan khazanah dalam berbagai bidang keilmuan diantaranya adalah etika pelajar dalam proses pembelajaran bagaimana sejatinya seorang pelajar hingga akhirnya manfaat ilmu itu lebih terasa adanya. Pada halaman 40-42 kitab kuning Ta'limul Muta'allim seorang pelajar perlu memperhatikan hal-hal yang membuat cepat lupa dan sebaliknya hal-hal yang memperkuat ilmu itu agar senantiasa melekat dalam diri kita dan tentunya mudah dalam mengamalkannya. 

Maka dalam kitab Ta'limul muta'allim ini memberikan kita beberapa pencerahan bagi setiap pencari ilmu untuk lebih memperhatikan beberapa poin-poin penting berikut ini diantaranya;


1. Taatlah dan bersungguh-sungguhlah dan janganlah bermalas-malasan karena kelak kita pasti kembali kepada tuhanmu untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kita kita baik maka baik pula yang kita tuai jika buruk maka buruk pula yang akan kita temui. 

أطيعوا وجدوا ولاتكسلوا # وأنتم إلى ربكم ترجعون


2. Bagi setiap pelajar kita senantiasa berusaha menjadikan buku sebagai sahabat agar selalu di mutholaah atau diulang-ulang karena dengan mengulang-ulang dengan sendirinya ilmu itu akan kuat, ilmu itu akan selalu dihati mudah diingat sehingga pada saat kita menyampaikan sesuatu itu, dia mengalir dan tentunya manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang.

من لم يكن الدفتر في  كمه لم تثبت الحكمة في قلبه

  

3. Hendaklah seseorang memiliki buku catatan untuk menulis hikmah-hikmah yang didapatkan dari apa yang didengar dan alami. Karena seseorang mempunyai penyakit lupa maka salah satu cara yang ampuh dengan kita menulisnya, diikat dengan tulisan jika tidak dia akan lari bahkan tidak kembali, maka buku catatan manjadi bagian terpenting yang tidak mudah dilupakan oleh satiap pelajar. 


4. Diantara penyebab utama kuatnya hafalan adalah: Kesungguhan, ketekunan, mengurangi porsi makan, sholat malam, dan membaca al-Qur'an


5. Membaca al-Qur'an dengan melihat merupakan amalan yang utama

أفضل أعمال أمتي قراءة القرآن نظرا


6. setelah solat hendaklah membaca:

آمنت بالله الواحد الأحد وحده لا شريك له وكفرت بما سواه


7. Membaca banyak sholawat atas Nabi dan menghindari kemaksiatan sebagaimana pesan Imam Syafi'i:

شكوت وكيع سوء حفظي # فأرشدني إلى ترك المعاصي

فإن الحفظ فضل من إله # وفضل الله لا يعطى للعاصي


8. Yang menyebabkan kuat hafalan juga bersiwak, minum madu, makan 21 kismis yang merah setiap hari ketika dalam keadaan lapar menyebabkan kuat hafalan dan terhindar dari penyakit.


9. Mengurangi dahak dan hal-hal yang lembab akan menguatkan hafalan.


10. Adapun yang menyebabkan lupa adalah dosa yang banyak, maksiat, kecemasan  dan kesedihan terhadap perkara duniawi.


11. Tidak sepatutnya bagi orang yang berakal mementingkan perkara dunia, karena lebih banyak madharatny daripada manfaatnya.


12. Kecemasan-kecemasan karena perkara dunia akan membuat hati menjadi gelap, sedang kecemasan-kecemasan karena perkara akhirat akan menjadikan hati mendapat cahaya dan akan tampak langsung dalam sholat.

هموم الدنيا لا تخلو عن الظلمة في القلب وهموم الآخرة لا تخلو عن النور في القلب ويظهر أثره في الصلاة


13. Kecemasan keduniawian akan mencegah orang berbuat baik, sedang kecemasan ukhrawi akan menuntun orang selalu berbuat baik

هم الدنيا يمنعه (الإنسان) عن الخير وهم الآخرة يحمله عليه


14. Menyibukkan diri dengan sholat yang khusyuk dan proses mencari ilmu menghilangkan kecemasan dan kesedihan 

الإشتغال بالصلاة على الخشوع وتحصيل العلمي ينفي اله والحزن


15. Yang menyebabkan lupa makan daun ketumbar yang masih basah, apel yang kecut, melihat orang disalib (hal yang mengerikan), membaca nisan, lewat antara dua unta yang berjalan berdekatan, membuang kutu rambut yang masih hidup, berbekam  di leher.


Beberapa point diatas memberikan kita pelajaran, renungan, sejauh mana kita memperkuat dan memberikan celah yang mebajadikan ilmu kita berlahan berkurang, maka seyogyanya setiap penuntut ilmu lebih memperhatikan kembali perkara-perkara itu semua, karena sungguh merugi jika ilmu itu sediri berlahan meninggalkan ahlinya karena disebabkan kelalain kita sendirinya. Semoga kita termasuk ahli ilmu yang diberikan Allah SWT kekuatan untuk menjaganya serta mengamalkannya dan dijauhkan dari perkara-perkara yang membuat kita lupa. Amin Allahumma Amin. 


Waallu'alam. 



ENAM SYARAT ILMU AKAN MENJADI BERKAH

Kewajiban seseorang untuk menuntut ilmu haruslah kita dengungkan tanpa henti, karena merupakan suatu kewajiban bagi penuntut ilmu agar sampai derajat tertinggi sisi Rabnya karena orang berilmu sudah pasti akan diangkat derajatnya didunia dan di akhirat, begitu pula keberkahan ilmu seseorang itu sangatlah menentukan kemaslahatannya sendiri, apakah ia akan tergolong orang-orang yang beruntung atau sebaliknya di kemudian hari. Kaitannya dengan Adab dan syarat dalam menuntut ilmu imam Az-zarnuji dalam kitab ta'limnya sangatlah detail menerangkan dalam hal bagiamana ilmu itu akan mendatangkan keberkahan dan bermanfaat untuk orang banyak. 

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa menghantarkan pemiliknya pada ketakwaan kepada Allah SWT. Ilmu adalah nur illahi yang hanya diperuntukan bagi hamba-hambanya yang shaleh, ilmu yang bermanfaat inilah yang tidak mungkin bisa didapatkan kecuali dengan adanya enam yang harus di lengkapi open setiap penuntut ilmu. 

Setidaknya ada enam syarat yang titawarkan oleh Imam Az-zarnuji yang terdapat dalam kitab Ta’lim Al-Muta’allim.


ألالا تنال العلم إلا بستة        

     سأ نبيك عن مجموعها ببيان

ذكاء وحرص وا صطباروبلغة

وإرشادأستاذ وطول زمان

Yang artinya

Ingatlah, sesungguhnya engkau tidak akan memperoleh ilmu,   Kecuali dengan memenuhi syarat enam perkara yang akan aku terangkan secara ringkas adalah; 1. Cerdas; 2. Rajin; 3. Sabar; 4. Mempunyai bekal; 5. Petunjuk guru; dan 6. Waktu yang panjang. (Noor Aufa Shiddiq Al-Qudsy, Pedoman Belajar  Bagi Para Pelaja Dan Santri (AL-HIDAYAH, Surabaya), hlm. 21.)

ENAM SYARAT ILMU YANG BERKAH 

a. Cerdas 

Cerdas dalam berfikir dan berbuat . Orang cerdas tidak terpaku pada teori namun lebih terhadap pemahaman tentang cara atau konsep dalam Keilmuannya. dan pengetahuan yang ia dapat dari teori bisa ia amalkan dalam kehidupannya yang nyata. 

b. Rajin

Keberhasilan seorang penutut itu adalah dengan ia rajin dan tekun dalam bertugas terlebih dalam hal mencari ilmu yang ia butuhkan, dimana ia harus melawan kemalasan dalam rangka menhilangkan kemalasan dalam dirinya. 

C. Sabar 

Sabar adalah kunci seseorang dalam keberhasilannya, karena dalam suatu proses untuk sampai pada kemapanan diri ia harus mampu mengontrol diri agar tidak jenuh, dalam hal belajar jika ada kesulitan ia akan terus mencari dan mencari solusi untuk menuntaskan karena sabar juga tidak pasrah tentu usaha dengan kesabaran seorang pelajar sedikit demi sedikit dengan proses itu ia akan sampai pada kematangan ilmu karena ai selalu bersama kesabarannya.

D. Mempunyai bekal cukup

Bagian yang sangat penting juga hendaknya kita mempunyai bekal yang cukup untuk sampai kepada keberkahan ilmu, tidak peru banyak, dengan kecukupan dan tidak juga lebih karena apa yang kita punya dalam hal makanan akan memberikan pengaruh dalam proses belajar kita, berapa banyak seorang yang lalai dalam hal itu pada akhirnya keberkahan ilmu berkurang karena tidak hati-hati, maka bekal yang kita siapkan akan menghantarkan kita kepada keberkahan. 

E. Petunjuk Guru

Meminta nasehat kepada guru adalah hal yang sangat penting karena terkadang yang lebih tau kapasitas diri kita adalah guru, karena itu hendaknya kita mendengarkan arahan-arahan dari guru, dan kita amalkan arahan-arahan itu untuk keberhasilan kita dimasa yang akan datang. Kalau bukan karena guru kita belum tau apa yang mestinya kita ketahui walaupun masih jaih dari cukup. 

F. Waktu yang panjang

Jika kita ingin sesutu yang matang, kuat dan berkah dalam suatu bidang hendaknya harus mengikuti prosesnya. Dalam dunia pendidikan kita mulai dari sekolah TK hingga yang tertinggi dibidang pendidikan   kita tentunya melalui proses yang panjang tidak ada yang  asal jadi karena dengan proses yang lama tentunya sesuai dengan porsinya akan melahirkan pemuda yang secara keilmuannya kuat hingga dengan mudah ia menyelesaikan permasalahan keumatan, jika anda, kita sekarang ini masih fokus dalam belajar maka gunakanlah waktu itu dengan sebaik mungkin, ikuti alurnya dengan baik pada akhirnya kita dijadikan dan diberikan oleh Allah SWT ilmu yang berkah baik untuk diri dan orang banyak. 

Dan akhirnya dari ke enam syarat yang titawarkan oleh imam Az-zarnuji diatas sangat berpengaruh dalam mencapai cita-cita para pelajar atau murid dalam dunia pendidikan, maka dari itu dalam mencari ilmu harus pandai-pandai dalam menjaga adab kita sendiri, terutama adab terhadap guru harus dijaga. Murid yang mempunyai adab mulia juga akan mampu mewujudkan norma dan nilai positif yang akan mempengaruhi keberhasilan didalam proses menuntut ilmu itu sendiri, dan murid akan mampu mengetahui mana perbuatan  yang baik dan yang buruk. (Ali Noer, “Konsep Peserta Didik Dalam Pembelajaran Menurut Az Zarnuji Dan  Implikasinya Terhada Pendidikan Indonesia”, (Skripsi, FAI Pekan Baru, Riau, 2008), hlm. 5.) 

Semoga kita pelajar, pecinta ilmu dan segainya tau betul tahapan bagiamana agar ilmu kita mendatkan keberkahan dan mengamalkan apa kita punya  hingga orang lain bisa merasakan manfaatnya dan itu semua kita niati untuk menggapai ridho dariNya. Amin. 

Karena amalan yang jika kita niati hanya karena Allah SWT semata. Yakinlah hal yang kita inginkan setelah itu akan mengikuti sesuai dengan apa   yang sudah ditetapkan olehNya. Wallahu'alam. 


Satu Hari Satu Hadist

Satu Hari Satu Hadist

 

Satu Hari Satu Hadist

KEUTAMAAN MENJENGUK SAUDARA YANG SAKIT

Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِح

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Senin, 23 Dzulhijjah 1442 H. /  02 Agustus  2021 M. 

MATI SYAHID (disaksikan untuknya) ARTINYA MATI HUSNUL-KHATIMAH

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena ath-tha’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914).

Selasa, 24 Dzulhijjah 1442 H. /  03 Agustus  2021 M. 

7 AMALAN PAHALA MENGALIR  PASCA KEMATIAN DIRI

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu agama, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang mati) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mushaf al-Quran, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuk orang tuanya setelah dia wafat.” (HR. al-Bazzar dalam Musnadnya 7289, al-Baihaqi dalam Syuabul Iman 3449).

Rabu, 25 Dzulhijjah 1442 H. /  04 Agustus  2021 M. 

PAHALA AMALAN YANG MENGALIR PASCA KEMATIAN DIRI

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

Diantara pahala amal mukmin yang akan tetap mengalir setelah kematiannya adalah ilmu yang dia sebarkan, anak soleh yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah untuk Ibnu Sabil (orang yang di perjalanan), atau sungai yang dia alirkan, sedekah hartanya yang dia keluarkan ketika masih sehat dan kuat, yang masih dimanfaatkan setelah dia meninggal. (HR. Ibnu Majah 249).

Kamis, 26 Dzulhijjah 1442 H. /  05 Agustus  2021 M. 

Satu Hari Satu Hadist

PERBANYAK SHOLAWAT HARI INI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi).

Jum'at, 26 Dzulhijjah 1442 H. / 06 Agustus 2021 M.

KEUTAMAAN MENJENGUK SAUDARA YANG SAKIT

Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Senin, 23 Dzulhijjah 1442 H. /  02 Agustus  2021 M. 




Al ummu madrosatul uula

PEREMPUAN MENCARI ILMU || Akbar bin Muhammad bin Aqil 

“Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi.” (Moh. Hatta)

Beberapa waktu yang lalu seorang mahasiswa sebuah kampus swasta kota Malang mendatangi penulis. Dia hendak melakukan wawancara sebagai tugas dari dosennya. Wawancara itu berkaitan tentang Konstruksi Pemikiran Etnis Arab Tentang Pendidikan Perempuan: Studi Kasus Etnis Arab Di Embong Arab Malang.

Beragam pertanyaan pun meluncur. Si mahasiwa menyampaikan pertanyaan seputar bagaimana pandangan komunitas etnis Arab tentang pendidikan anak perempuan? Apa yang anda ketahui tentang pendidikan untuk anak perempuan? Bagaimana pandangan agama (Islam) tentang pendidikan anak perempuan (sesuai pengetahuan anda)? Pentingkah pendidikan untuk anak perempuan? Adakah orang tua mendorong terhadap pendidikan anak perempuan?

Menjawab pertanyaan demi pertanyaan ini, penulis memberikan beberapa jawaban berdasarkan apa yang penulis ketahui dari pandangan para ulama, salah satunya yang pernah disampaikan oleh Habib Segaf Hasan Baharun. Dalam bukunya Fiqih Muslimah (99 Tanya-Jawab Masalah yang sering Dihadapi Kaum Wanita), Ustad Segaf pernah merespon pertanyaan seorang ibu rumah tangga yang ingin hadir majelis taklim namun dilarang oleh suaminya.

Jawaban Habib Segaf, “Perlu diketahui, majelis taklim (tempat mencari ilmu) adalah sebab utama bahkan syarat yang pokok untuk menjadi seorang istri dan wanita shalihah. Seharusnya, suami merasa bangga mempunyai istri seperti ibu yang mau menghadiri majelis taklim akan tetapi tanpa mengurangi hak suami di rumah.”

Lebih lanjut kata Habib Segaf, “Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali wanita yang sudah lepas kendali dan keluar dari jalur syari`at, disebabkan mereka enggan untuk mencari dan menimba ilmu agama di majelis taklim. Mereka buta akan konsep kebahagiaan yang digariskan syari`at demi mendapatkan kebahagiaan di dunia mau pun di akhirat. Kesemuanya tercantum dan terkandung dalam syari`at Islam, yang selalu diajarkan di majelis taklim-majelis taklim. Nabi SAW bersabda:

يُلْهَمُهُ السُّعَدَاءُ وَيُحْرَمُهُ الْأَشْقِيَاءُ

“Ilmu tidak diilhamkan (diberikan) kecuali bagi mereka yang sudah dicatatnya sebagai orang-orang yang bahagia dan tidak akan diharamkan ilmu itu kecuali kepada mereka yang dicatatnya sebagai orang sengsara.” (HR. Ibnu Abdil Baar).

Diskriminasi dalam Mencari Ilmu?

Kita bersyukur kepada Allah SWT sebab saat ini sudah tumbuh kesadaran tentang pentingnya pendidikan tanpa memandang jenis kelamin, baik laki-laki mau pun perempuan.

Berdasarkan keyakinan kita sebagai Muslim, mencari ilmu merupakan kewajiban yang berlaku tanpa pandang bulu. “Mencari ilmu itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan,” sabda Nabi SAW suatu kali. 

Pada suatu hari, ada seorang wanita datang kepada Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah menyita banyak waktumu. Karenanya, tetapkan satu waktu yang engkau tetapkan untuk kami. Di satu waktu itulah kami akan mendatangimu lalu engkau ajarkan kepada kami ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu.”

Mendapat permintaan seperti itu, Nabi menjawab, “Berkumpullah kalian pada hari ini dan ini dan di tempat ini.” Sesuai kesepakatan bersama, para wanita berkumpul untuk mendapatkan ilmu yang diajarkan oleh Nabi SAW. Beliau mendatangi tempat berkumpulnya kaum wanita guna mengajarkan ilmu. (HR. Bukhari-Muslim).

Kalangan wanita dari kaum Anshar tak mau kalah. Mereka sangat antusias mencari ilmu, hingga mereka dipuji oleh Sayidah Aisyah, “Sebaik-baik wanita adalah wanita dari kaum Anshar. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk mendalami ilmu agama.” (HR. Muslim).

Sejarah mengungkapkan bahwa ulama juga datang dari kalangan wanita, salah satunya istri Nabi bernama Aisyah. Namanya sering kita sebut dalam berbagai riwayat hadits. Aisyah dapat kita sebut sebagai sebaik-baik teladan bagi kaum wanita dalam mencari ilmu. Az-Zuhri pernah mengatakan, “Andai ilmu Aisyah RA itu dikumpulkan lalu dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu yang dimiliki Aisyah itu lebih unggul.”

Tidak mungkin kaum muslimah zaman now ini bisa mengetahui seluk-beluk kehidupan rumah tangga kalau, salah satunya, karena jasa Ibunda Aisyah RA. Berbagai riwayat tentang kehidupan rumah tangga, kehidupan dunia wanita, bersumber dari beliau, bukan? Dari mana beliau mendapatkan pengetahuan itu? Tentu dari belajar kepada Rasulullah SAW.

“Jika Rasulullah, misalnya, mengatakan bahwa wanita tidak usah belajar dan yang penting bisa masak dan yang lainnya, tentu Sayyidah Aisyah tidak diperbolehkan oleh Nabi untuk mengambil riwayat dari beliau yang kemudian disampaikan kepada kita sampai sekarang ini,” begitu jawaban penulis ketika ditanya oleh mahasiswa tadi soal bagaimana pandangan agama (Islam) tentang pendidikan anak perempuan?

Oleh karena itu, kiranya tidak bijak jika muncul larangan dan hambatan untuk menghalangi kaum muslimah belajar dan mencari ilmu, sesuai koridor syari’at. Islam justru memotivasi dan datang ke muka bumi untuk mengangkat derajat kaum perempuan. Tentu sangat penting seorang perempuan untuk tetap belajar karena belajar itu kewajiban tiap muslim. Kita sebagai orang tua itu nanti akan dimintai jawaban tentang apa yang sudah kita berikan kepada anak-anak kita.

Bagaimana bisa seorang perempuan akan menjadi sosok solihah kalau kita sebagai orang tua tidak membekali yang bersangkutan dengan ilmu. Padahal, ketika kelak ia berumah tangga, ia membutuhkan ilmu.  Kualitas seorang istri yang berilmu dengan yang tidak tentu sangat berbeda. Bagi seorang muslimah, seharusnya belajar tidak untuk kebaikan dirinya semata. Ilmu yang telah dipelajari oleh seorang muslimah dan seorang ibu akan berguna bagi anak-anaknya kelak dan membawa manfaat untuk generasi penerus umat. Sebagaimana pepatah arab yang asing menyebutkan, 

الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ الأَعْرَاقِ

"Seorang ibu tak ubahnya bagai sekolah. Bila kita menyiapkan sekolah itu dengan baik, berarti kita telah menyiapkan suatu bangsa dengan generasi emas.” waallu'alam



10 MUSLIM TERBAIK menurut RASULULLAH

                                       ﷽

10 MUSLIM TERBAIK menurut RASULULLAH

shollallahu alaihi wassalam

1. Belajar dan mengajarkan Alquran . Rasulullah ﷺ bersabda: 

 خيركم من تعلم القرآن وعلمه - صحيح البخاري 5027 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya." (HR Bukhari 5027 )

2. Muslim yang berakhlak baik . Rasulullah ﷺ bersabda: 

خياركم أحاسنكم أخلاقا -صحيح البخاري6035  

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya." (HR Bukhari 6035)

3. Muslim yang TERBAIK dalam membayar hutang . Rasulullah ﷺ bersabda:

 خيركم أحسنكم قضاء (أي عند رد القرض)-صحيح البخاري رقم 2305 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar (mengembalikan hutang).” (HR Bukhari 2305)

4. Muslim yang menebarkan keamanan dan kenyamanan . Rasulullah ﷺ bersabda:

 خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره -صحيح الترمذي / 2263 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling boleh diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya. " (HR Tirmidzi 2263)

5. Muslim yang baik terhadap keluarga . Rasulullah ﷺ bersabda:

 خيركم خيركم لأهله  -صحيح ابن حبان / 4177 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap ahli keluarganya." (HR Ibnu Hibban: 4177)

6. Muslim yang gemar berbagi makanan dan menebar salam . Rasulullah ﷺ bersabda: 

 خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام  -صحيح الجامع / 3318 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan (kepada orang lain) dan menjawab salam." (Shahīh al-Jāmi' 3318)

7. Muslim yang berkenan berbagi tempat saf dalam sholat . Rasulullah ﷺ bersabda: 

 خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة -الترغيب والترهيب 234/1 أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat ( bagi orang masuk dalam saf) dalam sholat." (Targhīb wa Tarhíb 1/234)

8. Muslim yang gemar berbuat kebajikan sepanjang hidupnya . Rasulullah ﷺ bersabda:

 خير الناس من طال عمره وحسن عمله  -صحيح الجامع 3297 

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya." (Shahīh al-Jāmi' 3297)

9. Muslim yang menebar kemanfaatan untuk semua . Rasulullah ﷺ bersabda:

 خير الناس أنفعهم للناس  -صحيح الجامع 3289 

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain." (Shahīh al-Jāmi' 3289)

10. Muslim yang baik terhadap sahabat dan tetangga . Rasulullah ﷺ bersabda: 

 خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره  -صحيح الأدب المفرد/84 

"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orangnya yang paling baik terhadap tetangganya


KAJIAN

*Beberapa catatan penting diskusi buku Minhaj*
Bersama: Dr Hasib Amrullah
_Kamis,  4-3-2021_.

Bangunlah selalu hal² yang sifatnya kontinyu (rutin) meski itu kecil bentuknya. Sebab,  amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit. Rasulullah pun mngafirmasi hal ini. Ketika ditanya,  Ya Rasulullah,  amalan apa yg dicintai oleh Allah?  Maka dijawab "amalan yng rutin,  meski sedikit".

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلّ
”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.” (HR. Muslim)
D sni,  kebaikan kecil yg kita lakukan dalam hidup kita lebih berharga daripada kebaikan besar, tapi hanya sekali dilakukan. 
.
10 menit tiap pagi yg d luangkan untuk membaca selama seumnur hidup,  lebih baik,  dripada membaca 1/2 jam tapi sebulan sekali. Hal kecil itu itu penting untuk kita bangun, krna sesuatu yg besar pada dasarnya selalu d mulai dri hal yg kecil. *(Rumah besar,  pasti ia disusun dari batu bata kecil dahulu.)*
.
Namun, melakukan hal kecil dan rutin itu bukan hal yg sederhana, sebab dlm diri kita punya hawa nafsu yg selalu menggiring kita untuk menjauhi dri niat baik. D sni memperbaharui niat (Tajdid an- Niyyah)  setiap sebelum memulai kegiatan itu penting. Termasuk dlm setiap kali kita beraktivitas,  perlu ada _tajdid niyyah_. Kalau bukan karena Allah yg kita besarkan ,  maka amal itu akan berakhir sia².
.
Sebelum istirahat, sempatkanlah tuk bermuhasabah. Bermuhasabah akan hal²/ amalan apa sja yg sudah kita besarkan selain Allah atau kita lakukan bkn karena-Nya. Itu penting, darinya kita memohon ampunan-Nya krena kelalaian kita sebagai manusia. Dengan demikian, banyak sekali hal² yg perlu kita perbaharui niat kita dalam segala hal, dan perlu kita gantungkan seluruhnya lillah.
.
Tidak semua dari kita d berikan hidayah untuk melakukan sesuatu yg itu sifatnya baik dan benar dalam agama. Siapa yg dikasih hidayah? Yaitu mereka yg memasrahkan dirinya kepada Allah SWT secara total. Bukan memasrahkan setiap perkaranya pada kemampuan kognitif akal dirinya. Semua yg mewujud, itu fitrahnya tunduk dan patuh pada kebesaran-Nya.  
.
Tahajjud misalnya,  itu salah satu bentuk dri kepasrahan total kita kepadanya. Coba tadabburi do'a dri Tahajjud. (Wa la haula wa la quwwata illa billah).  Jdi inti dri kita mnjlnkn proses kehidupan adalah dimana kita selalu menundukkan, dan patuh terhadap kebesaran Allah. Inilah bentuk terindah dari penghambaan seorang manusia. *Kita besar bukan karena diri kita,  tapi kita besar karena Cinta dan kasih Sayang-Nya. Yakinkan diri kita bahwa kita memiliki Allah yg Maha Besar.*
.
Slogan Relativisme adalah slogannya era Posmodern d Barat. Diantara ciri² era ini ialah;  Menolak strukturalis. Artinya, menolak hal² yg telah teratur sebelumnya. Menolak otoritas. Artinya, otoritas atau kepakaran merupakan hal² yg tak d akui di era ini. D sni,  paham relativisme membahayakan cara berfikir seseorang, sebab tidak ada nilai yg tetap yg menjadi sandaran dlm berkehidupan. Tidak ada otoritas yg mnjdi acuan. Tidak ada hal yg kemudian menjadi keyakinan yg mnjdi dasar panduan hidupnya. Kebenaran yg haqq dlm hal ini ditolak dlm cara pandang ini. 
.
Slogan ini sejatinya adalah lahir dari sebuah kebencian pemikiran Barat terhadap agama. Benci trhdp sesuatu yg mutlak dan mengikat dlm berkehidupan. Generasi muda posmo pun akhirnya mewarisi kebencian ini sampai saat ini. 
.
Berhati-hatilah saat kita salah meletakkan kebencian di dalam diri kita. Kenapa kebencian itu tidak akan melahirkan kearifan?  Sebab ketika sifat benci itu hadir dlm diri,  d situ kita akan menutup sebuah kearifan dan kebenaran. itu masuk dlm diri. Maka jgn engkau hiasi diri dgn sebuah kbencian. Kebencian yg diperbolehkan itu adalah pada kemunkaran, wa 'ala alihi wa ashabihi ajma'in. D sni sekali lagi perlu d garis bawahi bahwa Kebencian tidak akan melahirkan kearifan dan kebenaran. 
.
Agama dan Ideologi. Persamaan keduanya memang keduanya sama² sebuah keyakinan. Perbedaanya,  agama bukan hanya sekedar sebuah keyakinan. Dalam Islam agama itu lebih dri keyakinan,  ia adalah way of life. Cara kita menjalani dalam kehidupan ini sudah d Pandu oleh agama. Sumber panduannya,  al Qur'an dan as-Sunnah. D dalam agama juga d jlskn panduan² untuk berhubungan;  baik dengan Allah,  dan dengan Sesama manusia,  dan dengan diri kita sendiri. 
.
Sebagai generasi muslim,  semoga kita diberikan keistiqomahan oleh-Nya untuk menjunjung nilai² Islam. 
.
Esensi dari seorang muslim adalah ketundukan dan kepatuhan terhadap aturan-aturan yg telah d tetapkan-Nya. Jika sifat atau karakter ini tidak kita miliki, maka kita telah menyalahi esensi dari sebutan muslim yg disematkan d dalam diri kita. Padahal,  syarat untuk d sebut mu'min itu adalah ia telah berislam. Bagaimana mungkin kita mengimani sesuatu,  sedangkan kita sendiri tak mau tunduk patuh terhadap segala ketetapannya. Karenanya,  basis dari iman adalah islam. Tanpa ketundukan dan kepatuhan itu iman kita takkan berkembang. Tanpa iman kita gak akan pernah berbuat kebaikan. Kebaikannya hanya sepeti Turob (debu) atau hanya kassarob (fatamorgana). Maka tidak mungkin ihsan itu dapat melekat didalam diri kita jika iman itu tidak ada. 
Di sini trilogi ini selalu melekat dan hrs berkaitan satu sama lainnya di dalam diri kita. *(Islam, Iman, Ihsan) ('ilm, amal, akhlak)* 
.
Prof Hamid Said in his book "Minhaj"; _Berislam secara syari'ah harus diperkuat dgn berislam dgn aqidah. Berislam secara aqidah ditingkatkan lagi menjadi berislam dalam bentuk akhlak_.  

Niat Adalah Segala-galanya

 Niat Sebelum Mengerjakan sesuatu 

Niat merupakan hal yang sangat fundamental dalam setiap kegiatan yang kita kerjakan karena dengan adanya niat yang baik akan memberikan hasil yang baik pula sebaliknya jika salah niat maka hal yang semestinya kita dapatkan hangus tidak memberikan jejak baik sama sekali.

Sebelum kita lebih jauh alangkan lebih baiknya kita menelaah kembali devinisi  niat secara bahasa, dalam kitab ash shihah karangan Ismail hammad al-Jauriy niat berasal dari kata  نوى  yang mempunyai beberapa  makna  diantaranya ; keeinginan hati yang kuat, bermasuk atau suatu tujuan akan sesuatu. Menurut Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawiy dalam kitab al-Majmu’ Syarhu al-Muhadzab niat adalah dan keinginan hati yang kuat. Sedangkan Imam as-Suyuthiy memaknai niat niat merupakan gambaran dari perbuatan hati   

  : إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ومن كانت هجرته 


Artinya:

perbuatan itu dengan niat, tetapi untuk setiap orang apa yang dia maksudkan, jadi siapa pun yang beremigrasi ke Tuhan dan Rasul-Nya, kemudian beremigrasi ke Tuhan dan Rasul-Nya, dan siapa pun yang beremigrasi ..

Maka hal terpenting sebelum melaksanakan sesuatu adalah niat yang tulus. Dan ini dalam segala halnya, semoga kita termasuk dalam golongan orang- yang punya niat baik dan tentunya niat baik itu akan kembali pada diri kita masing-masing. Amin allahumma aamiin. 

Hati lisan badan